Menlu Sugiono Kutuk Keras Serangan di Lebanon, Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Misi UNIFIL

waktu baca 2 menit
Minggu, 5 Apr 2026 20:48 19 Admin

Jakarta, (KJ-News.com) – Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan duka cita mendalam sekaligus mengecam keras serangan yang menyebabkan gugurnya tiga prajurit TNI yang tengah menjalankan tugas sebagai pasukan perdamaian di Lebanon.

Pernyataan tersebut disampaikan saat prosesi penghormatan terakhir di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (4/4/2026), dalam suasana penuh khidmat dan duka mendalam.

“Kami mengutuk keras serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian. Pemerintah Indonesia menuntut investigasi menyeluruh atas insiden ini,” tegas Sugiono.

Tiga prajurit TNI yang gugur dalam tugas mulia tersebut adalah Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadon. Ketiganya merupakan bagian dari Kontingen Garuda yang bertugas dalam misi UNIFIL di Lebanon Selatan.

Sugiono menegaskan bahwa pasukan perdamaian memiliki mandat menjaga stabilitas kawasan, bukan terlibat dalam operasi tempur. Oleh karena itu, keselamatan mereka harus menjadi prioritas utama.

“Pasukan perdamaian adalah peacekeeping, bukan peacemaking. Mereka tidak dibekali untuk operasi ofensif, sehingga perlindungan maksimal harus dijamin,” ujarnya.

Pemerintah Indonesia melalui perwakilan tetap di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York juga telah meminta Dewan Keamanan PBB untuk menggelar rapat darurat guna membahas insiden tersebut.

Selain itu, Indonesia mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem perlindungan pasukan penjaga perdamaian, khususnya di wilayah konflik seperti Lebanon Selatan yang masih memanas akibat eskalasi militer antara Israel dan kelompok Hizbullah.

Insiden ini menambah daftar panjang korban dari Indonesia dalam misi perdamaian dunia, sekaligus menjadi peringatan serius terhadap pentingnya jaminan keamanan bagi prajurit yang bertugas di bawah bendera PBB.

Menutup pernyataannya, Sugiono kembali menyampaikan penghormatan kepada para prajurit yang gugur sebagai kusuma bangsa.

“Negara akan selalu hadir untuk menghormati jasa para pahlawan. Pengorbanan mereka tidak akan pernah dilupakan,” pungkasnya. (Aw)

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA