IHSG Anjlok Hampir 5 Persen, Menkeu Nilai Pasar Masih Tunggu Ketua OJK Baru

waktu baca 2 menit
Rabu, 4 Feb 2026 06:21 159 Admin

Jakarta, (KJ-News.com) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada di bawah tekanan kuat pada perdagangan Senin (2/2/2026). IHSG ditutup di zona merah dengan penurunan tajam 4,88 persen atau 406,88 poin ke level 7.922,73. Sepanjang perdagangan, indeks bahkan sempat anjlok hingga 5,07 persen pada sesi pertama.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan pasar saham tersebut dipengaruhi sikap wait and see investor yang masih menantikan kepastian terkait penunjukan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang baru, menyusul pengunduran diri Mahendra Siregar dari jabatan Ketua Dewan Komisioner OJK.

“Biar saja, pasar memang naik-turun. Sekarang ada pergantian Ketua OJK, mungkin market masih menunggu,” ujar Purbaya usai Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, Senin (2/2/2026).

Purbaya optimistis, setelah kepemimpinan OJK definitif terbentuk, sentimen pasar akan kembali membaik. Ia memastikan proses seleksi Ketua OJK sudah mulai berjalan dan paling lambat dua minggu ke depan posisi tersebut akan terisi.

“Panitia seleksi sudah mulai bekerja. Saya pikir cepat, dalam seminggu sudah ada kandidat yang disiapkan, dan paling lambat dua minggu kita sudah punya Ketua OJK baru. Setelah itu, IHSG bisa kembali menguat,” tegasnya.

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai tekanan terhadap IHSG juga dipicu oleh rebalancing portofolio investor, khususnya pada saham-saham yang sebelumnya mengalami kenaikan harga signifikan.

Selain faktor domestik, pelemahan pasar saham Indonesia turut dipengaruhi sentimen global. Sejumlah indeks utama Asia terpantau melemah seiring koreksi harga emas. Indeks Kospi Korea Selatan turun 5,26 persen, Nikkei Jepang melemah 1,25 persen, sementara Hang Seng Hong Kong terkoreksi 2,23 persen.

Pelaksana Tugas Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa koreksi yang terjadi saat ini lebih banyak menyasar saham-saham yang telah naik tinggi secara valuasi.

“Saham-saham dengan fundamental bagus masih diminati investor. Pergerakan hari ini lebih kepada penyesuaian portofolio,” jelas Friderica di Gedung Bursa Efek Indonesia.

Ia menegaskan bahwa OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) terus memastikan perdagangan berjalan wajar, teratur, dan efisien. Investor pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak mengambil keputusan secara emosional di tengah volatilitas pasar.

 

 

 

Reporter: Ridho Saputra

Editor: M. Akbar

Media: klikjambinew.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA