Macron Ungkap Fokus Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Élysée, Bahas Kemitraan Strategis hingga Isu Global

waktu baca 2 menit
Sabtu, 24 Jan 2026 10:27 158 Admin

Jakarta, (KJ-News.com) – Presiden Prancis Emmanuel Macron mengungkap fokus utama pertemuannya dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam jamuan makan malam di Istana Élysée, Paris, Jumat (23/1/2026) malam waktu setempat. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemitraan strategis Indonesia–Prancis di tengah dinamika geopolitik global.

Presiden Prabowo tiba di Paris pada Jumat siang setelah menyampaikan pidato khusus (special address) dalam Annual Meeting World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1). Lawatan ke Prancis ini menegaskan peran aktif Indonesia dalam diplomasi global.

Di Istana Élysée, Presiden Prabowo memenuhi undangan Presiden Macron untuk menghadiri jamuan makan malam kenegaraan. Pertemuan ini bukan kali pertama bagi kedua pemimpin. Sebelumnya, Prabowo juga pernah dijamu Macron pada 2025, serta pada Juli 2024 ketika Prabowo masih berstatus presiden terpilih.

“Senang menyambut hari ini di Paris Presiden Indonesia, Prabowo Subianto,” ujar Presiden Macron dalam pernyataan resmi yang dikutip di Jakarta, Sabtu.

Macron menegaskan, pertemuan tersebut menitikberatkan pada penguatan kemitraan strategis kedua negara di berbagai sektor, sekaligus menyamakan pandangan terkait isu-isu global dan internasional.

“Bersama-sama, kami semakin memperkuat kemitraan strategis yang menghubungkan Indonesia dan Prancis di berbagai bidang, serta keselarasan pandangan kami mengenai isu-isu global dan internasional yang Prancis bertekad untuk dorong dalam kerangka kepresidenannya di G7,” kata Macron.

Namun demikian, Macron tidak merinci lebih jauh bentuk keselarasan pandangan tersebut, khususnya terkait dinamika geopolitik terkini, termasuk pembentukan Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace) yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump.

Sebagaimana diketahui, Indonesia secara resmi bergabung sebagai anggota Dewan Perdamaian Gaza dan turut menandatangani piagam pembentukannya dalam rangkaian kegiatan WEF Davos 2026. Sementara itu, Presiden Macron secara terbuka menyatakan Prancis menolak bergabung dalam inisiatif tersebut.

Pemerintah Prancis menegaskan sikapnya tetap mengedepankan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai lembaga utama dalam menjaga stabilitas, memelihara perdamaian, serta menangani proses pemulihan Gaza, Palestina, baik selama masa gencatan senjata maupun pascaperang.

Dalam pernyataan resminya, Pemerintah Prancis menilai Dewan Perdamaian Gaza berada di luar kerangka kerja multilateral yang telah disepakati bersama dan menimbulkan sejumlah pertanyaan serius terkait prinsip-prinsip internasional serta posisi PBB sebagai lembaga global yang diakui.

Pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden Macron ini menegaskan kuatnya hubungan diplomatik Indonesia–Prancis, sekaligus menunjukkan perbedaan pendekatan kedua negara dalam merespons isu-isu global, khususnya terkait konflik di Gaza, dalam semangat dialog dan kemitraan strategis.

 

 

Reporter: Ridho Saputra

Editor: M. Akbar

Media: https://klikjambinew.com/

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA