OJK Ungkap Hasil Pertemuan dengan MSCI: Transparansi Saham Diperketat, Free Float Naik Bertahap

waktu baca 2 menit
Senin, 2 Feb 2026 19:36 75 Admin

Jakarta, (KJ-News.com) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan hasil pertemuan dengan penyedia indeks global MSCI yang berlangsung konstruktif dan penuh sinyal positif, di tengah tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Anggota Dewan Komisioner OJK yang membawahi pengawasan pasar modal dan aset kripto, Hasan Fawzi, mengatakan diskusi dengan MSCI berjalan intens dan berfokus pada pembahasan teknis metodologi indeks serta langkah perbaikan tata kelola pasar modal Indonesia.

“Diskusi dengan MSCI sangat baik. Kami sepakat melanjutkan pembahasan di level teknis. MSCI juga memberikan guidance terkait metodologi dan perhitungan yang digunakan,” ujar Hasan dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (2/2/2026).

Hasan menegaskan, OJK bersama BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) akan menyampaikan perkembangan pembahasan tersebut secara berkala sebagai bagian dari komitmen transparansi kepada publik dan pelaku pasar.

“Mudah-mudahan progresnya positif hingga evaluasi akhir,” katanya.

Sebagai bentuk keseriusan menjaga stabilitas pasar, Hasan menyebut jajaran OJK akan tetap berkantor di Gedung BEI hingga kondisi pasar kembali kondusif.

Dalam pertemuan dengan analis MSCI, OJK menegaskan bahwa langkah-langkah regulator sejatinya telah sejalan dengan perhatian utama MSCI terhadap pasar modal Indonesia.

“Concern MSCI sangat selaras dengan delapan program aksi OJK yang dicanangkan, termasuk transparansi, pengungkapan beneficial owner, likuiditas, hingga free float,” jelas Hasan.

Hasan mengungkapkan, OJK bersama BEI dan KSEI telah menyampaikan proposal solusi untuk menjawab dua isu utama yang menjadi sorotan MSCI. Adapun langkah konkret yang telah dan akan dilakukan meliputi:

Pengungkapan kepemilikan saham diperketat, dengan menurunkan ambang batas (threshold) disclosure dari sebelumnya di atas 5% menjadi di atas 1%.

Klasifikasi investor diperinci, melalui data KSEI yang mencakup 9 tipe dan 27 sub-tipe investor, termasuk pengungkapan beneficial owner.

Peningkatan free float saham, dari minimum 7,5% menjadi 15%, yang akan dilakukan secara bertahap dan melibatkan seluruh pelaku pasar.

Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan transparansi, likuiditas, serta kepercayaan investor global terhadap pasar modal Indonesia.

 

 

Reporter: Ridho Saputra

Editor: M. Akbar

Media: https://klikjambinew.com/

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA