Crane Raksasa Ambruk di Proyek Jalan Tol Rama II Thailand, 2 Orang Tewas di “Jalan Maut”

waktu baca 2 menit
Kamis, 15 Jan 2026 12:07 242 Admin

 

KJN, Jakarta – Insiden kecelakaan konstruksi kembali terjadi di Thailand. Sebuah crane raksasa ambruk di proyek pembangunan Jalan Tol Rama II, pinggiran Bangkok, pada Kamis (15/1/2026). Peristiwa tragis ini menewaskan dua orang, sementara tidak ada korban luka dilaporkan.

 

Kepala Kepolisian Provinsi Samut Sakhon, Sitthiporn Kasi, mengatakan kepada AFP bahwa kecelakaan terjadi pada Kamis pagi saat aktivitas konstruksi sedang berlangsung.

 

“Dua orang meninggal dunia dan tidak ada korban luka,” ujarnya dari lokasi kejadian.

 

Berdasarkan laporan media lokal, insiden tersebut terjadi di depan Paris Inn Garden Hotel. Rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan kepulan debu tebal membubung ke udara, disusul puing-puing beton berserakan setelah crane berukuran besar itu runtuh dan menimpa struktur beton layang yang masih dalam tahap pembangunan.

 

Jalan Tol Rama II dikenal sebagai salah satu koridor infrastruktur tersibuk di Thailand, yang saat ini menjadi lokasi sejumlah proyek besar, termasuk pembangunan jalan tol berbayar. Namun, tingginya angka kecelakaan konstruksi di ruas ini dalam beberapa tahun terakhir membuatnya dijuluki masyarakat setempat sebagai “Death Road” atau “Jalan Maut.”

 

Tragedi ini menambah daftar panjang kecelakaan fatal di sektor infrastruktur Thailand. Insiden tersebut bahkan terjadi hanya sehari setelah kecelakaan serupa di Provinsi Nakhon Ratchasima, timur laut Bangkok.

 

Pada Rabu (14/1/2026), sebuah crane jenis launching gantry yang digunakan dalam proyek kereta cepat yang didukung China ambruk dan menimpa kereta penumpang yang sedang melintas di bawahnya. Kecelakaan itu menewaskan sedikitnya 32 orang, menyebabkan kereta anjlok dan terbakar, serta memicu operasi penyelamatan besar-besaran.

 

Rangkaian kecelakaan ini kembali menyoroti isu keselamatan kerja dan standar keamanan proyek infrastruktur di Thailand, yang kini menjadi perhatian serius pemerintah dan publik.

 

 

Editor: Redaksi KJN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA