Peta Kekuatan Militer China vs Taiwan: Beijing Unggul Telak di Tengah Eskalasi Ketegangan

waktu baca 3 menit
Rabu, 31 Des 2025 21:03 45 Admin

 

KJN – Ketegangan militer antara China dan Taiwan kembali meningkat menyusul manuver militer besar-besaran yang digelar Beijing di sekitar Pulau Taiwan. Dalam latihan yang disebut sebagai yang paling intensif sejak 2022, China mengerahkan puluhan jet tempur, kapal perang, hingga kapal penjaga pantai untuk mengepung wilayah Taiwan.

 

Latihan militer tersebut mulai berlangsung sejak Senin, 29 Desember 2025, waktu setempat. Pemerintah China menyatakan manuver ini mencakup simulasi serangan darat dan laut, tembakan langsung, serta skenario pemblokadean pelabuhan-pelabuhan utama Taiwan.

 

Administrasi Keselamatan Maritim China bahkan menetapkan tujuh zona latihan tembak langsung—lebih banyak dari rencana awal yang hanya lima zona. Lokasi latihan pun disebut semakin dekat dengan wilayah Taiwan, mempertegas tekanan militer Beijing terhadap Taipei.

 

Di tengah meningkatnya eskalasi tersebut, perbandingan kekuatan militer kedua pihak menjadi sorotan. Mengacu pada data Global Firepower (GFP) 2025, kekuatan militer China dan Taiwan diukur melalui Power Index, yakni indikator yang menilai kemampuan militer berdasarkan personel, persenjataan, logistik, anggaran pertahanan, hingga kesiapan tempur. Semakin kecil nilai indeks, semakin kuat kekuatan militer suatu negara.

 

Pada 2025, China mencatat Power Index 0,078, jauh lebih unggul dibandingkan Taiwan yang berada di angka 0,398. Kesenjangan ini menegaskan dominasi China dalam hampir seluruh aspek pertahanan.

 

Secara global, China menempati peringkat ketiga kekuatan militer dunia, berada di bawah Amerika Serikat dan Rusia. Sementara itu, Taiwan berada di peringkat ke-22, menunjukkan jarak signifikan dalam kapasitas militer kedua pihak.

 

Berdasarkan delapan indikator utama penilaian GFP, China unggul pada tujuh aspek, mulai dari jumlah personel militer aktif, kekuatan angkatan udara, darat, dan laut, hingga dukungan anggaran pertahanan, sumber daya alam, serta kemampuan logistik.

 

Satu-satunya keunggulan Taiwan terdapat pada faktor geografi. Sebagai negara kepulauan dengan karakter medan yang kompleks, Taiwan dinilai memiliki keuntungan strategis dalam hal topografi, posisi wilayah, serta akses perairan yang mendukung strategi pertahanan defensif.

 

Dari sisi jumlah personel, China memiliki sekitar 2.035.000 tentara aktif, jauh melampaui Taiwan yang hanya memiliki sekitar 215.000 personel aktif. Ketimpangan juga terlihat jelas pada anggaran pertahanan. Pada 2025, China mengalokasikan dana militer sebesar US$266,85 miliar, sedangkan Taiwan hanya sekitar US$19,74 miliar.

 

Keunggulan anggaran ini memungkinkan China terus melakukan modernisasi alutsista, pengembangan teknologi militer, serta peningkatan kesiapan tempur. Di sektor udara, China memiliki 1.212 pesawat tempur, sementara Taiwan hanya 285 unit. Pada kekuatan laut, China mengoperasikan 754 armada aktif, jauh lebih banyak dibandingkan Taiwan yang memiliki 97 armada, termasuk kapal selam, kapal perusak, fregat, hingga kapal induk.

 

Dengan dominasi tersebut, China terlihat unggul hampir di seluruh parameter utama kekuatan militer. Meski demikian, faktor geografis dan strategi pertahanan asimetris Taiwan tetap menjadi elemen penting dalam dinamika keamanan kawasan Asia Timur, di tengah meningkatnya tensi geopolitik antara kedua pihak.

 

Editor: Redaksi KJN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA