Batang hari , Jambi (KJ-News.com) – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Batang Hari mengalami krisis stok color ribbon atau pita tinta untuk pencetakan Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el), yang berpotensi menghambat layanan administrasi kependudukan bagi masyarakat.
Kepala Disdukcapil Batang Hari, Reflizer, mengungkapkan keterbatasan tersebut disebabkan minimnya alokasi anggaran tahun 2026, sehingga pengadaan color ribbon hanya mencapai 10 unit sepanjang tahun.
“Pengadaan ribbon sangat terbatas. Saat ini belum ada penambahan, padahal kebutuhan pencetakan KTP di masyarakat tetap tinggi,” ujarnya di Muara Bulian, Selasa (7/4/2026).
Satu unit color ribbon hanya mampu mencetak sekitar 500 keping KTP-el. Dengan total 10 unit, kapasitas cetak maksimal hanya sekitar 5.000 keping untuk satu tahun—jumlah yang diperkirakan hanya mencukupi kebutuhan selama 1,5 bulan.
Kondisi semakin mendesak karena separuh dari total stok tersebut, yakni sekitar 5.000 keping, merupakan pinjaman dari pihak ketiga di Jakarta yang masih menunggu proses pembayaran. Artinya, ketersediaan riil saat ini jauh dari ideal.
Berdasarkan data Disdukcapil, kebutuhan normal color ribbon dalam setahun mencapai 60 unit atau setara 30.000 keping KTP-el. Dengan kondisi saat ini, terdapat kekurangan sekitar 50 unit yang belum terpenuhi.
Tingginya kebutuhan cetak KTP-el dipicu berbagai faktor, mulai dari perekaman pemula usia 17 tahun, perpindahan penduduk antar daerah, hingga perubahan data administrasi seperti status perkawinan, pendidikan, dan pekerjaan.
Meski demikian, Disdukcapil memastikan layanan perekaman KTP-el tetap berjalan normal. Petugas bahkan terus melakukan layanan jemput bola ke desa-desa untuk melayani warga lanjut usia, sakit, maupun penyandang disabilitas.
“Untuk perekaman tidak ada kendala. Yang menjadi persoalan adalah proses pencetakan karena keterbatasan ribbon,” tegas Reflizer.
Reporter: Ridho Saputra
Editor: M. Akbar
Media: https://klikjambinew.com/
Tidak ada komentar