DVI Kumpulkan 8 Sampel DNA Keluarga Korban Kecelakaan Pesawat ATR di Gunung Bulusaraung

waktu baca 3 menit
Selasa, 20 Jan 2026 07:06 152 Admin

KJ-News.com, Sulawesi Selatan – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan telah mengambil delapan sampel DNA dari keluarga korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.

Pengambilan sampel tersebut merupakan bagian dari proses identifikasi korban untuk memastikan keakuratan data sebelum penyerahan jenazah kepada pihak keluarga.

“Tim telah melakukan pemeriksaan ante mortem terhadap keluarga korban. Sebanyak delapan sampel DNA sudah diambil, sementara dua lainnya masih dalam proses,” ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto saat konferensi pers di Posko DVI Biddokkes Polda Sulsel, Makassar, Senin (19/1/2026).

Proses Identifikasi Tunggu Temuan Jenazah dari Tim SAR

Didik menjelaskan, data ante mortem dari keluarga korban akan dicocokkan dengan data post mortem apabila tim SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi jenazah atau barang milik korban.

“Data awal ini akan dicocokkan dengan data penerbangan maskapai. Saat ini kami masih menunggu penyerahan jenazah maupun temuan lain dari lokasi pencarian,” jelasnya.

Untuk mempercepat proses, tim DVI juga melakukan strategi jemput bola dengan berkoordinasi bersama Biddokkes Polda di daerah asal keluarga korban, mengingat sebagian besar keluarga tidak berdomisili di Sulawesi Selatan.

Keluarga Korban Tersebar di Sejumlah Daerah

Sebanyak empat keluarga korban datang langsung ke Posko DVI, sementara empat keluarga lainnya didatangi langsung oleh tim DVI di tempat tinggal masing-masing.

“Ada keluarga yang berada di Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Bekasi. Kami berkoordinasi dengan Biddokkes setempat agar pengambilan DNA tetap sesuai standar,” tambah Didik.

Hingga kini, dari total 10 korban kecelakaan, dua jenazah telah ditemukan oleh tim SAR di jurang Gunung Bulusaraung. Namun identitas keduanya belum dapat diumumkan secara resmi.

“Kami belum bisa menyampaikan identitas korban yang ditemukan agar tidak terjadi kekeliruan dalam proses identifikasi,” tegas Didik.

DVI Tegaskan Sampel Tidak Diambil di Lokasi TKP

Sementara itu, Kepala Bidang DVI Pusdokkes Mabes Polri AKBP Wahyuhidayati menegaskan bahwa pengambilan sampel DNA tidak dilakukan di lokasi kejadian demi menjaga validitas data.

“Pengambilan sampel jenazah hanya dilakukan di tempat pemeriksaan resmi, bukan di TKP, agar seluruh administrasi dan pencatatan berjalan akurat,” ujarnya.

Meski belum ada jenazah yang tiba di Posko DVI hingga saat ini, tim tetap aktif mengumpulkan data ante mortem dan menjaga komunikasi dengan keluarga korban.

Operasi SAR Terus Berlanjut

Pada hari ketiga operasi SAR, tim gabungan kembali menemukan satu jenazah berjenis kelamin perempuan di jurang sedalam sekitar 50 meter dari puncak Gunung Bulusaraung. Sehari sebelumnya, satu korban laki-laki ditemukan di lereng jurang.

Proses evakuasi masih menghadapi tantangan medan ekstrem dan cuaca yang tidak bersahabat, namun pencarian korban lainnya terus dilanjutkan.

 

 

Penulis: Ridho Saputra

Editor: Redaksi KJN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA