Dubes Iran Klaim Menang atas AS-Israel, Sebut Washington Terima 10 Syarat Gencatan Senjata

waktu baca 2 menit
Minggu, 12 Apr 2026 09:53 24 Admin

Jakarta, (KJ-News.com) – Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengklaim bahwa Iran meraih kemenangan dalam konflik bersenjata melawan Amerika Serikat dan Israel yang berlangsung lebih dari 40 hari. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah acara di Jakarta, Sabtu (11/4), menjelang rencana negosiasi perdamaian di Islamabad, Pakistan.

Menurut Boroujerdi, keberhasilan Iran dalam menghadapi serangan militer membuat Amerika Serikat “terpaksa” menerima sepuluh poin tuntutan gencatan senjata yang diajukan Teheran sebagai dasar perundingan.

“Iran berhasil memaksakan agar Amerika menerima 10 persyaratan yang diajukan. Ini menunjukkan kepada dunia bahwa mereka menerima syarat tersebut dalam posisi terpaksa,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Iran mampu menggagalkan skenario perang cepat yang disebut-sebut dirancang oleh Amerika Serikat dan Israel, termasuk upaya menargetkan pemimpin tertinggi Iran.

“Selama lebih dari 40 hari, Iran mampu bertahan dan memberikan perlawanan signifikan. Ini menjadi bukti kekuatan dan ketahanan kami,” tambahnya.

Boroujerdi mengklaim serangan balasan Iran berhasil menghancurkan sejumlah fasilitas militer lawan, termasuk 17 pangkalan yang disebut terkait dengan kekuatan AS dan Israel. Selain itu, Iran juga disebut mampu meluncurkan serangan balasan hingga ke wilayah perkotaan di Israel.

Dalam konteks upaya meredakan konflik, Iran kemudian mengajukan sepuluh syarat gencatan senjata. Beberapa poin utama yang disampaikan antara lain penghentian serangan militer terhadap Iran dan sekutunya, pencabutan sanksi ekonomi, pengakuan hak Iran dalam pengembangan nuklir untuk tujuan damai, serta penarikan pasukan AS dari kawasan Timur Tengah.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Majid Takht-Ravanchi, menyatakan bahwa kerangka sepuluh poin tersebut telah diterima sebagai dasar negosiasi oleh pihak Amerika Serikat.

“Iran selalu terbuka terhadap diplomasi dan dialog, namun negosiasi tidak boleh dijadikan alasan untuk melanjutkan agresi,” tegasnya.

Ia juga menolak skema gencatan senjata yang dinilai hanya memberi ruang bagi pihak lawan untuk memperkuat kembali kekuatan militernya.

Rencana perundingan antara Iran dan Amerika Serikat dijadwalkan berlangsung di Islamabad, Pakistan, dengan harapan dapat menghasilkan kesepakatan damai yang lebih permanen di kawasan Timur Tengah.

Meski demikian, berbagai pihak internasional masih menaruh perhatian terhadap dinamika konflik ini, mengingat dampaknya yang luas terhadap stabilitas geopolitik dan keamanan global.

 

 

Reporter: Ridho Saputra
Editor: M. Akbar
Media: https://klikjambinew.com/

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA