Biaya Penyakit Kronis Tembus Rp50,2 Triliun, BPJS Kesehatan Dorong Pola Hidup Sehat

waktu baca 3 menit
Jumat, 23 Jan 2026 18:29 225 Admin

Jakarta, 23 Januari 2026 (KJ-News.com) -BPJS Kesehatan mencatat total biaya pelayanan kesehatan sepanjang tahun 2025 mencapai Rp190,3 triliun. Anggaran tersebut digunakan untuk membiayai layanan kesehatan primer di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) hingga pelayanan rujukan di rumah sakit.

Dari total tersebut, lebih dari Rp50,2 triliun terserap untuk pembiayaan 59,9 juta kasus penyakit kronis, seperti penyakit jantung, gagal ginjal, kanker, stroke, sirosis hati, thalassemia, dan hemofilia. Besarnya angka ini menunjukkan beban pembiayaan penyakit kronis yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, menjelaskan bahwa penyakit jantung masih menjadi penyumbang klaim terbesar, dengan 29,7 juta kasus dan biaya mencapai Rp17,3 triliun. Posisi kedua ditempati gagal ginjal dengan 12,6 juta kasus dan biaya Rp13,3 triliun, disusul penyakit kanker sebanyak 7,2 juta kasus dengan nilai klaim Rp10,3 triliun.

“Dari tahun ke tahun, biaya yang dibayarkan untuk penyakit kronis terus meningkat. Padahal, sebagian besar penyakit ini sebenarnya dapat dicegah sejak dini jika masyarakat konsisten menerapkan pola hidup sehat,” ujar Rizzky, Jumat (23/01).

Menurut Rizzky, mayoritas penyakit kronis berkaitan erat dengan gaya hidup, sehingga risikonya dapat ditekan melalui upaya pencegahan. Salah satunya dengan rutin melakukan aktivitas fisik. Untuk itu, BPJS Kesehatan menginisiasi Gerak 335, yakni aktivitas jalan santai selama tiga menit, dilanjutkan jalan cepat selama tiga menit, dan diulang lima kali hingga total 30 menit.

“Gerak 335 bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja, tanpa alat khusus. Ini upaya sederhana tapi sangat efektif untuk menjaga kesehatan,” jelasnya.

Selain itu, BPJS Kesehatan juga mendorong masyarakat melakukan Skrining Riwayat Kesehatan secara rutin. Layanan ini dapat diakses melalui Aplikasi Mobile JKN, WhatsApp PANDAWA di nomor 0811-8165-165, situs resmi BPJS Kesehatan, atau langsung di FKTP.

“Pengisian skrining hanya memerlukan waktu sekitar 5–10 menit, tetapi manfaatnya sangat besar. Semakin cepat risiko penyakit terdeteksi, semakin cepat pula penanganan dapat dilakukan,” kata Rizzky.

Sementara itu, Guru Besar Ilmu Gizi Poltekkes Kemenkes Jakarta II, Prof. Trina Astuti, menekankan bahwa penyakit kronis umumnya memerlukan pengobatan jangka panjang dan berbiaya besar. Karena itu, pencegahan melalui pola hidup sehat harus menjadi kebiasaan sehari-hari.

Menjelang Hari Gizi Nasional ke-66 pada 25 Januari, Prof. Trina mengingatkan pentingnya menerapkan Empat Pilar Gizi Seimbang, yakni mengonsumsi makanan beragam, membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat, aktif bergerak, serta menjaga berat badan ideal.

Ia juga mengajak masyarakat menerapkan panduan “Isi Piringku”, dengan komposisi setengah piring berisi sayur dan buah, seperempat karbohidrat, dan seperempat lauk pauk sebagai sumber protein hewani atau nabati.

“Batasi juga konsumsi gula maksimal empat sendok makan, garam satu sendok teh, dan lemak lima sendok makan per hari. Membaca label gizi pada kemasan makanan juga penting agar kita tahu apa yang masuk ke tubuh,” jelas Prof. Trina.

Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti memilih naik tangga dibandingkan eskalator, memantau berat badan secara rutin, serta mengatur pola makan seimbang merupakan langkah efektif untuk mencegah penyakit kronis sejak dini.

 

 

Reporter: Ridho Saputra

Editor: M. Akbar

Media: https://klikjambinew.com/

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA