DPR Minta Kemenkes Bertindak Cepat Hadapi Ancaman “Superflu” Varian H3N2

waktu baca 2 menit
Rabu, 31 Des 2025 21:24 94 Admin

 

KJN, Jakarta – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk segera mengambil langkah cepat, terukur, dan transparan dalam menangani peningkatan kasus influenza penyebab infeksi saluran pernapasan akut, khususnya varian Influenza A (H3N2) yang belakangan dikenal dengan istilah “superflu.”

 

Nihayatul menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas vaksin influenza yang saat ini digunakan. Menurutnya, apabila vaksin yang tersedia terbukti tidak memberikan perlindungan optimal terhadap subclade K, Kemenkes harus segera melakukan uji ulang serta menyampaikan hasilnya secara terbuka kepada publik.

 

“Jika vaksin yang ada tidak memberikan perlindungan memadai terhadap subclade K, kami meminta Kemenkes segera melakukan uji ulang, menyampaikan hasilnya secara transparan, dan menyiapkan langkah antisipasi berupa vaksin alternatif yang lebih efektif,” ujar Nihayatul di Jakarta, Rabu.

 

Lebih lanjut, ia mendorong Kemenkes untuk mengambil sejumlah langkah strategis, di antaranya melakukan evaluasi dan uji efektivitas vaksin influenza terhadap varian yang dominan, meningkatkan transparansi data surveilans dan uji klinis, serta mempercepat pengembangan atau pengadaan vaksin baru apabila efektivitas vaksin saat ini dinilai rendah.

 

Selain itu, Nihayatul juga menekankan pentingnya penguatan kolaborasi antara DPR, Kemenkes, para ahli epidemiologi, serta organisasi kesehatan global agar Indonesia tidak tertinggal dalam merespons dinamika epidemi influenza musiman yang semakin kompleks.

 

Diketahui, subclade K merupakan varian terbaru dari virus Influenza A (H3N2) yang saat ini mendominasi gelombang flu di sejumlah negara, seperti Inggris, Amerika Serikat, Australia, dan Jepang. Meski tidak dikategorikan lebih mematikan, tingkat penularannya yang tinggi telah memicu lonjakan kasus dan meningkatkan tekanan terhadap fasilitas layanan kesehatan.

 

Data terbaru dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mencatat, musim influenza tahun ini di Amerika Serikat telah menyebabkan jutaan kasus dengan puluhan ribu pasien harus menjalani perawatan di rumah sakit, sebagian besar terkait varian H3N2 subclade K.

 

Sebelumnya, anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A(K), mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap peningkatan kasus influenza, termasuk varian H3N2 yang dikenal sebagai “superflu.” Ia menjelaskan, istilah tersebut muncul karena daya penularannya yang sangat cepat, terutama melalui droplet batuk, bersin, serta kontak langsung dengan cairan pernapasan orang yang terinfeksi, dengan gejala yang dapat bervariasi dari ringan hingga berat.

 

Editor: Redaksi KJN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA