Jambi, KJ-News.com – Masyarakat diimbau lebih bijak dalam mengatur pola konsumsi makanan berlemak dan tinggi gula setelah muncul kembali kekhawatiran mengenai kombinasi konsumsi durian dan sate kambing yang kerap dikaitkan dengan risiko gangguan kesehatan, terutama menjelang momentum Ramadan dan musim panen durian di sejumlah daerah, termasuk Jambi.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa anggapan konsumsi kedua makanan tersebut dapat langsung menyebabkan stroke merupakan pemahaman yang kurang tepat. Namun, ia menegaskan kombinasi makanan tinggi lemak jenuh, garam, serta gula dalam waktu bersamaan dapat meningkatkan tekanan darah dan kadar gula darah secara signifikan.
Menurutnya, sate atau gulai kambing mengandung lemak jenuh cukup tinggi, terutama pada bagian daging berlemak dan kuah santan. Sementara durian dikenal memiliki kandungan gula dan kalori tinggi yang bila dikonsumsi berlebihan dapat membebani metabolisme tubuh.
“Bukan berarti sekali makan langsung menyebabkan stroke, tetapi jika dikombinasikan secara berlebihan, tubuh bekerja lebih keras dan risikonya meningkat,” ujarnya dalam keterangan kesehatan yang dikutip di Jakarta.
Relevan bagi Masyarakat Jambi Saat Musim Durian
Imbauan tersebut dinilai relevan bagi masyarakat Provinsi Jambi yang setiap tahunnya menghadapi musim durian bersamaan dengan tingginya konsumsi makanan khas berbahan santan dan daging, terutama saat kegiatan keluarga, kenduri, maupun tradisi berbuka puasa bersama.
Sejumlah pedagang buah di Kota Jambi mengaku penjualan durian biasanya meningkat tajam menjelang Ramadan hingga Idul Fitri, bersamaan dengan maraknya kuliner berbahan daging seperti sate dan gulai yang menjadi menu favorit masyarakat.
Kondisi ini, jika tidak disertai pengaturan konsumsi, berpotensi meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan gangguan kardiovaskular.
Pola Konsumsi Seimbang Jadi Kunci
Tenaga kesehatan menyarankan masyarakat tetap dapat menikmati kedua jenis makanan tersebut, namun tidak dikonsumsi bersamaan dalam jumlah besar. Masyarakat dianjurkan:
Pemerintah daerah bersama fasilitas layanan kesehatan diharapkan terus meningkatkan edukasi gizi kepada masyarakat, terutama menjelang bulan puasa ketika pola konsumsi cenderung berubah drastis.
Momentum Ramadan juga dapat dimanfaatkan sebagai ajang kampanye hidup sehat melalui pengaturan menu berbuka yang tidak hanya lezat, tetapi juga seimbang secara nutrisi.
Dengan pemahaman yang tepat, masyarakat tetap dapat menikmati kekayaan kuliner lokal tanpa mengabaikan faktor kesehatan.
Reporter: Ridho Saputra
Editor: M. Akbar
Media: klikjambinew.com
Tidak ada komentar