Jambi, (KJ-News.com) – Pemerintah Kabupaten Merangin terus mendorong produk lokal agar mampu bersaing di pasar modern. Komitmen itu ditegaskan Bupati Merangin, M. Syukur, saat membuka pelatihan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Aula Rumah Dinas Bupati Merangin, Kamis (29/1/2026).
Dalam upaya meningkatkan kualitas dan daya saing produk, Pemkab Merangin menggandeng PT Indomarco Prismatama (Indomaret) untuk memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM agar mampu memenuhi standar ritel waralaba modern, mulai dari kualitas produk, pengemasan, hingga strategi pemasaran.
Bupati M. Syukur menegaskan, kerja sama ini merupakan bagian dari visi pembangunan daerah bertajuk Merangin Baru 2030 melalui program unggulan Merangin Berdaya, yang bertujuan memperluas akses pasar bagi produk lokal.
“Saya sampaikan kepada manajemen Indomaret, saya siap memberikan karpet merah sepanjang masyarakat Merangin diberdayakan, khususnya pelaku UMKM. Pelatihan ini adalah langkah nyata agar produk lokal bisa masuk gerai ritel modern,” ujar Syukur.
Ia berharap produk khas daerah dari berbagai kecamatan, seperti Sungai Manau, Muara Siau, hingga Kuamang Kuning, tidak hanya beredar di pasar tradisional, tetapi juga mampu menembus etalase pasar modern nasional.
Menurut Syukur, tantangan utama yang dihadapi UMKM Merangin saat ini terletak pada aspek pengemasan dan promosi. Ia mencontohkan produk Keripik Cabai asal Pamenang yang memiliki kualitas rasa baik, namun masih perlu peningkatan dari sisi tampilan kemasan agar lebih kompetitif.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Pemkab Merangin mengarahkan pelaku UMKM memanfaatkan fasilitas Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), yang menyediakan layanan konsultasi usaha, pelatihan teknis, pengembangan desain kemasan, hingga pusat promosi dan pemasaran produk.
Berdasarkan Keputusan Bupati Merangin Nomor 213/DKUKMPP/2023, sejumlah komoditas unggulan menjadi prioritas pengembangan, di antaranya kopi, gula aren, gelamai, keripik, jahe, kunyit, dan kepayang. Sementara di sektor kerajinan meliputi batik, anyaman, songket, dan batu sungkai.
Bupati juga menginstruksikan Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian untuk melakukan pembinaan intensif agar produk-produk unggulan Merangin tidak hanya menembus pasar nasional, tetapi juga berpeluang masuk pasar internasional.
“Kita mungkin masih tertinggal dalam hal kemasan, tetapi dengan pendampingan Indomaret dan dukungan PLUT, saya optimistis UMKM Merangin akan mampu bersaing dan membanjiri pasar modern,” tutup Syukur.
Reporter: Ridho Saputra
Editor: M. Akbar
Media: klikjambinew.com
Tidak ada komentar