Jakarta, KJ-News.com (15/02/2026) – Pemerintah menyiapkan sekitar 4.000 aparatur sipil negara (ASN) dari 49 kementerian dan lembaga untuk mengikuti pelatihan Komponen Cadangan (Komcad) yang dijadwalkan mulai April 2026. Program ini menjadi bagian dari strategi memperkuat sistem pertahanan negara melalui keterlibatan unsur sipil secara sukarela dan terlatih.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan bahwa pelatihan dasar kemiliteran tersebut ditujukan bagi ASN berusia 18 hingga 35 tahun, dengan fokus pada pembentukan karakter, disiplin, serta peningkatan rasa nasionalisme dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
Menurut dia, pelatihan ini bukan untuk menjadikan ASN sebagai prajurit aktif, melainkan sebagai kekuatan cadangan yang dapat mendukung pertahanan negara dalam situasi tertentu.
“ASN akan mulai kita latih pada semester pertama 2026. Untuk tahap awal dipusatkan di kementerian yang berada di Jakarta, jumlahnya kurang lebih 4.000 orang,” ujarnya.
Program Komcad merupakan implementasi dari sistem pertahanan semesta yang melibatkan seluruh komponen bangsa, tidak hanya militer, tetapi juga masyarakat sipil sesuai profesi masing-masing.
Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan menegaskan bahwa peserta berasal dari berbagai instansi pemerintah pusat dan tetap menjalankan fungsi utamanya sebagai ASN setelah pelatihan selesai.
Ia menjelaskan bahwa pelatihan berlangsung sekitar dua bulan dan dirancang agar tidak mengganggu tugas kedinasan.
“Setelah pelatihan, mereka kembali melaksanakan tugas seperti biasa. Jadi tidak ada konflik dengan pekerjaan utama sebagai ASN,” katanya di Kompleks Parlemen.
Sementara itu, Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Brigjen Rico Ricardo Sirait, mengatakan bahwa hingga kini pemerintah masih mematangkan pengaturan teknis pelaksanaan, termasuk kuota peserta tiap instansi dan tahapan seleksi.
Pelatihan tahap awal akan difokuskan bagi ASN yang bertugas di Jakarta, sebelum kemungkinan diperluas ke daerah lain pada fase berikutnya.
Pemerintah berharap program ini dapat memperkuat kesiapsiagaan nasional sekaligus menanamkan nilai bela negara di kalangan birokrasi, sehingga ASN tidak hanya berperan sebagai pelayan publik, tetapi juga sebagai bagian dari sistem pertahanan non-militer yang tangguh.
Reporter: Ridho Saputra
Editor: M. Akbar
Media: klikjambinew.com
Tidak ada komentar