Foto: PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) menandatangani pembaruan komitmen kerja sama dalam Kontrak Jual Beli Produk Propylene dengan PT Polytama Propindo (Polytama) untuk periode lima tahun, terhitung sejak 1 Januari 2026 hingga 31 Desember 2030. (Dok. PT Kilang Pertamina Internasional) Jakarta, (KJ-News.com) – PT Pertamina (Persero) resmi menggabungkan tiga subholding bisnis hilir menjadi satu entitas terintegrasi bernama Sub Holding Downstream. Penggabungan ini melibatkan PT Pertamina Patra Niaga (PPN), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), serta segmen bisnis hilir dari PT Pertamina International Shipping (PIS).
Dalam struktur baru tersebut, Pertamina Patra Niaga ditetapkan sebagai entitas penerima penggabungan. Integrasi ini mulai berlaku efektif 1 Februari 2026, setelah melalui proses evaluasi mendalam dan benchmarking dengan perusahaan minyak dan gas global sejenis.
Langkah strategis ini bertujuan membangun ekosistem bisnis hilir yang berkesinambungan, mulai dari pengolahan bahan bakar di kilang, distribusi energi ke seluruh wilayah Indonesia, hingga pemasaran produk energi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan integrasi rantai pasok hilir, Pertamina menargetkan penguatan empat pilar utama penyediaan energi nasional, yakni ketersediaan (availability), aksesibilitas (accessibility), keterterimaan (acceptability), dan keterjangkauan harga (affordability). Selain itu, integrasi ini juga diharapkan mempercepat transisi energi melalui pengembangan portofolio bahan bakar rendah karbon dan berkelanjutan.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menyatakan bahwa penggabungan ini merupakan langkah krusial untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat ketahanan pasokan energi nasional, serta meningkatkan daya saing perusahaan di tengah dinamika global.
“Di tengah perubahan geopolitik, tuntutan transisi energi, dan persaingan global yang semakin ketat, Indonesia membutuhkan Pertamina yang lincah, kuat, dan terintegrasi. Ketika kilang, distribusi, logistik, dan pemasaran bekerja dalam satu sistem, redundansi dapat dihilangkan, layanan dipercepat, dan pasokan energi nasional menjadi semakin andal,” ujar Simon dalam keterangan resmi, Rabu malam (4/2/2026).
Melalui Sub Holding Downstream, Pertamina menegaskan bahwa proses integrasi ini tidak akan mengganggu layanan kepada masyarakat, mitra bisnis, maupun pekerja. Sebaliknya, integrasi justru ditargetkan meningkatkan kualitas pelayanan energi nasional melalui kolaborasi lintas fungsi yang lebih solid.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan bahwa langkah ini menjadi bukti konkret komitmen Pertamina dalam mendukung Asta Cita swasembada energi.
“Integrasi bisnis hilir ini bukan sekadar perubahan organisasi, melainkan penguatan fondasi Pertamina sebagai soko guru bangsa dalam penyediaan energi. Dengan proses bisnis yang lebih efisien dan terintegrasi, kami memastikan pelayanan energi kepada masyarakat semakin optimal dan tangguh menghadapi tantangan global,” ujar Baron.
Sebagai perusahaan pemimpin dalam transisi energi, Pertamina terus berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060, sekaligus mendorong pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh transformasi ini dijalankan dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi perusahaan.
Reporter: Ridho Saputra
Editor: M. Akbar
Media: https://klikjambinew.com/
Tidak ada komentar