BWSS VI Jambi: Penurunan Muka Air Danau Kerinci Dipicu Uji Coba Turbin PLTA KMH

waktu baca 2 menit
Sabtu, 31 Jan 2026 19:54 144 Admin

Kota Jambi, (KJ-News.com) – Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI Jambi menjelaskan bahwa penurunan ketinggian muka air Danau Kerinci dalam beberapa waktu terakhir dipengaruhi oleh uji coba operasional turbin Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) milik PT Kerinci Merangin Hidro (KMH).

Kepala BWSS VI Jambi, Joni Rahalsyah Putra, mengatakan uji operasional turbin PLTA tersebut telah dilaksanakan pada 1 hingga 16 Januari 2026 dan sebelumnya telah diberitahukan secara resmi kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Penurunan elevasi muka air danau terjadi sebagai dampak dari uji operasional PLTA oleh PT KMH. Hal ini sudah dibahas dalam rapat diskusi terkait pengaliran air untuk kebutuhan pembangkit,” ujar Joni di Jambi, Selasa.

Dalam masa uji coba tersebut, PT KMH mengoperasikan satu dari tiga turbin yang tersedia dengan menurunkan pintu air sekitar 20 sentimeter. Kondisi ini turut berpengaruh pada volume air Danau Kerinci, yang memiliki luas sekitar 4.200 hektare.

Selain faktor operasional PLTA, BWSS VI juga mencatat penyusutan muka air danau dipengaruhi oleh faktor alam, seperti penguapan dan berkurangnya suplai air dari sungai-sungai yang bermuara ke Danau Kerinci.

“Air yang terlihat surut umumnya berada di area pinggiran danau, sementara kondisi di bagian tengah masih relatif normal. Namun, berdasarkan laporan masyarakat, penurunan di beberapa titik bahkan mencapai satu meter,” jelasnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, pihak perusahaan memastikan akan menyediakan bak penampungan air (tandon) guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak akibat penyusutan muka air danau.

Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris menegaskan keberadaan PLTA Kerinci memiliki peran strategis dalam memperkuat pasokan energi listrik di Pulau Sumatera. Ia berharap proyek tersebut dapat segera beroperasi penuh untuk mendukung kebutuhan energi regional.

PLTA Kerinci dibangun dengan memanfaatkan debit Sungai Merangin dan Danau Kerinci yang memiliki wilayah tangkapan air seluas 1.353 kilometer persegi. Pembangkit ini dirancang memiliki kapasitas produksi listrik sebesar 350 megawatt, didukung empat unit turbin tipe vertical francis dengan kapasitas masing-masing 87,5 megawatt, generator 103 MVA, serta transformator utama 110 MVA bertegangan 16,5/150 kilovolt.

Pemerintah bersama BWSS VI Jambi memastikan pemantauan akan terus dilakukan guna menjaga keseimbangan ekosistem Danau Kerinci sekaligus mendukung operasional PLTA yang berkelanjutan.

 

 

Reporter: Ridho Saputra

Editor: M. Akbar

Media: klikjambinew.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA