Jakarta, (KJ-News.com) – Ikan dikenal sebagai sumber protein dan asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan jantung dan otak. Namun, tidak semua ikan aman dikonsumsi secara berlebihan. Sejumlah jenis ikan yang kerap dikonsumsi masyarakat Indonesia diketahui mengandung kadar merkuri tinggi, zat beracun yang berisiko membahayakan kesehatan jika terakumulasi dalam tubuh.
Merkuri dapat masuk ke laut dan sungai melalui proses alami maupun aktivitas manusia, seperti pembakaran batu bara, pertambangan, serta limbah industri. Di perairan, merkuri akan berubah menjadi metilmerkuri, senyawa beracun yang mudah diserap oleh organisme hidup.
Zat ini kemudian masuk ke rantai makanan laut. Ikan berukuran kecil menyerap metilmerkuri lebih dulu, lalu dimangsa ikan yang lebih besar. Akibatnya, ikan predator berukuran besar dan berumur panjang cenderung memiliki kadar merkuri yang lebih tinggi.
Perlu diketahui, merkuri tidak dapat dihilangkan melalui proses memasak, baik digoreng, direbus, maupun dibakar. Karena itu, cara paling efektif untuk mengurangi risiko adalah memilih jenis ikan yang tepat dan membatasi konsumsinya.
Berdasarkan data Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, berikut sembilan jenis ikan dengan kandungan merkuri tinggi yang perlu diwaspadai:
1. Ikan Todak atau Swordfish (0,995 ppm)
Ikan ini memiliki daging tebal dan gurih serta sering diolah menjadi steak. Meski lezat, kadar merkurinya tergolong tinggi sehingga konsumsinya perlu dibatasi.
2. Ikan Hiu (0,979 ppm)
Sebagai predator puncak laut, ikan hiu menyimpan merkuri dalam jumlah besar. Di beberapa negara, daging hiu masih dikonsumsi meski risikonya tinggi.
3. Ikan King Mackerel (0,730 ppm)
Berbeda dari makarel kalengan, king mackerel berukuran besar dan memiliki kadar merkuri tinggi, sehingga tidak dianjurkan dikonsumsi rutin.
4. Ikan Jabad atau Tilefish (1,123 ppm)
Tilefish tercatat sebagai salah satu ikan dengan kadar merkuri tertinggi. Umur hidupnya yang panjang berkontribusi pada tingginya akumulasi zat beracun.
5. Ikan Orange Roughy (0,571 ppm)
Ikan predator laut dalam ini bisa hidup hingga 150 tahun, menjadikannya sangat rentan mengandung merkuri tinggi.
6. Ikan Marlin (0,485 ppm)
Tekstur dagingnya lembut dan kaya rasa, namun kandungan merkurinya cukup tinggi sehingga perlu dibatasi.
7. Ikan Tuna Mata Besar atau Big Eye Tuna (0,689 ppm)
Jenis tuna ini memiliki ukuran besar dan kandungan merkuri lebih tinggi dibandingkan tuna kecil.
8. Ikan Baramundi atau Bass (0,167 ppm)
Masuk kategori merkuri sedang, namun konsumsi tetap harus dikontrol, terutama bagi ibu hamil dan anak-anak.
9. Ikan Tuna (0,350 ppm)
Beberapa jenis tuna, seperti tuna albacore, memiliki kandungan merkuri cukup tinggi jika dikonsumsi terlalu sering.
Para ahli kesehatan menyarankan masyarakat untuk mengombinasikan konsumsi ikan tinggi omega-3 dengan jenis ikan rendah merkuri, serta mengatur frekuensi konsumsi guna menghindari risiko kesehatan jangka panjang.
Reporter: Ridho Saputra
Editor: M. Akbar
Media: https://klikjambinew.com/
Tidak ada komentar