KJ-News.com, Jakarta – Daging kambing dan domba kerap mendapat stigma sebagai pemicu kolesterol tinggi dan hipertensi, terutama saat momen hari besar keagamaan. Tak sedikit orang menghindari daging kambing karena khawatir berdampak buruk bagi kesehatan jantung. Namun, benarkah anggapan tersebut sepenuhnya benar?
Faktanya, di balik reputasi “menakutkan” itu, daging kambing mengandung protein tinggi dan sejumlah nutrisi penting. Mengutip laman Very Well, daging kambing masih tergolong aman dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang, selama tidak berlebihan. Konsumsi sekitar tiga porsi per minggu dinilai masih mendukung gaya hidup sehat.
Sebaliknya, jika dikonsumsi terlalu sering atau dalam jumlah besar, daging kambing berpotensi meningkatkan kadar low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat, yang pada akhirnya dapat memicu kenaikan tekanan darah.
Pengaruh Daging Kambing terhadap Kolesterol
Daging merah, termasuk daging kambing dan domba, memiliki dampak yang bisa bersifat positif maupun negatif terhadap kadar kolesterol, tergantung porsi, jenis potongan, dan cara pengolahannya. Sejumlah temuan medis menunjukkan:
Konsumsi berlebihan meningkatkan risiko kolesterol tinggi
Daging merah dalam jumlah sedang umumnya tidak berdampak signifikan pada kolesterol. Namun, diet tinggi daging dapat memengaruhi metabolisme lemak tubuh dan meningkatkan risiko gangguan kolesterol.
Kandungan lemak jenuh berperan pada LDL
Daging kambing dapat mengandung lemak jenuh cukup tinggi, terutama jika bagian lemaknya tidak dipangkas. Lemak jenuh ini dapat meningkatkan kadar LDL dalam darah.
Mengandung lemak sehat
Di sisi lain, daging kambing juga mengandung lemak tak jenuh tunggal (MUFA) dan lemak tak jenuh ganda omega-3 (PUFA) yang bermanfaat untuk membantu menjaga keseimbangan kolesterol.
Hasil penelitian konsumsi daging domba
Sebuah studi menunjukkan bahwa konsumsi tiga porsi daging domba yang diberi pakan rumput per minggu selama satu bulan dapat memengaruhi kadar kolesterol, sehingga perlu diimbangi dengan asupan serat dan aktivitas fisik.
Cara memasak sangat menentukan
Menggoreng daging dapat meningkatkan kadar lemak jenuh dan lemak trans. Metode memasak seperti dipanggang, dibakar, atau direbus dinilai lebih sehat dan ramah bagi jantung.
Dampak Daging Kambing terhadap Tekanan Darah
Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke. Meski mengandung nutrisi yang mendukung kesehatan, konsumsi daging kambing secara berlebihan tetap berpotensi meningkatkan tekanan darah, terutama bila diolah dengan cara tidak sehat.
Lemak jenuh dalam daging kambing dapat berkontribusi pada peningkatan kolesterol darah. Dalam jangka panjang, kolesterol tinggi dapat menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah (aterosklerosis), yang membuat pembuluh menyempit dan tekanan darah meningkat.
Kesimpulan
Daging kambing bukan musuh utama kesehatan, selama dikonsumsi dalam jumlah wajar, memilih potongan daging yang lebih rendah lemak, serta diolah dengan cara sehat. Kunci utamanya adalah porsi, frekuensi, dan metode memasak, bukan sekadar jenis makanannya.
Reporter: Ridho Saputra
Editor: M. Akbar
Media: KlikJambiNew.com
Tidak ada komentar