KJ-News.com, Jakarta – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) melalui Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. Dody Sardjoto menerima satu jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 untuk menjalani proses identifikasi, Rabu (21/1/2026).
Jenazah korban sebelumnya berhasil dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan dari kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, menggunakan helikopter Rescue Basarnas Dauphin AS-365 N3, sebelum diterbangkan menuju Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana menjelaskan bahwa evakuasi melalui jalur udara menjadi tahapan krusial mengingat medan pegunungan yang terjal dan sulit dijangkau.
“Setelah Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi jenazah ke titik aman, jalur udara menjadi pilihan paling efektif untuk mempercepat proses pemindahan korban,” ujar I Nyoman dalam keterangan resminya.
Dibawa ke RSAU untuk Identifikasi Awal
Setibanya di Lanud Sultan Hasanuddin, jenazah langsung dipindahkan ke ambulans RSAU dr. Dody Sardjoto untuk dilakukan identifikasi awal oleh tim medis TNI AU.
“Selanjutnya, jenazah akan dibawa ke Posko Disaster Victim Identification (DVI) RS Bhayangkara untuk proses identifikasi lanjutan sesuai prosedur,” kata I Nyoman.
Hingga saat ini, proses identifikasi masih terus berlangsung guna memastikan identitas korban secara akurat sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
TNI AU Siagakan Personel dan Alutsista
TNI AU menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penuh proses evakuasi dan pencarian korban lainnya dalam insiden jatuhnya pesawat ATR 42-500.
“Kami menyiagakan personel, alutsista, serta fasilitas kesehatan dan logistik di Lanud Sultan Hasanuddin untuk memastikan seluruh tahapan evakuasi dan identifikasi berjalan cepat, aman, dan manusiawi,” jelas I Nyoman.
Selain itu, TNI AU bersama seluruh unsur SAR gabungan masih melanjutkan pencarian korban lain, dengan mengerahkan dukungan mobilitas udara, tenaga medis, serta perlengkapan pendukung di lapangan.
Fokus Kemanusiaan dan Percepatan Proses
Upaya evakuasi ini menjadi bagian dari misi kemanusiaan TNI AU dalam membantu penanganan bencana transportasi udara, sekaligus memastikan proses penanganan korban dilakukan secara profesional dan sesuai standar internasional.
TNI AU menegaskan akan terus berkoordinasi dengan Basarnas, Polri, pemerintah daerah, serta instansi terkait hingga seluruh proses pencarian dan identifikasi korban dinyatakan selesai.
Penulis : Akbar
Editor: Redaksi KJN
Tidak ada komentar