Pasar Modal Indonesia Tangguh dan Berintegritas Sepanjang 2025

waktu baca 3 menit
Selasa, 30 Des 2025 17:49 110 Admin

 

KJN – Jakarta, (30/12/2025)  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja Pasar Modal Indonesia tetap solid, berintegritas, dan berdaya tahan sepanjang tahun 2025, meskipun dihadapkan pada berbagai dinamika global, mulai dari ketidakpastian kebijakan moneter, ketegangan geopolitik, hingga tekanan sentimen perdagangan di awal tahun.

 

Ketangguhan tersebut tercermin dari penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), pertumbuhan kapitalisasi pasar, meningkatnya aktivitas transaksi dan penghimpunan dana, serta lonjakan jumlah investor domestik, khususnya dari kalangan generasi muda.

 

Hal tersebut disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, dalam sambutannya pada Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2025 di Jakarta, Selasa.

 

Menurut Inarno, capaian positif ini merupakan hasil sinergi dan kolaborasi yang kuat antara OJK, Self-Regulatory Organization (SRO), pelaku industri, serta seluruh pemangku kepentingan pasar modal.

 

“Pasar Modal Indonesia menunjukkan resiliensi dan daya saing yang semakin menguat. Berbagai tantangan telah menguji ketangguhan kita dalam mendorong pertumbuhan pasar modal yang berkelanjutan dan memperkokoh fondasi pasar modal nasional ke depan. Capaian ini merupakan hasil kerja keras, sinergi, dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Inarno.

 

Acara penutupan perdagangan BEI 2025 turut dihadiri Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono, jajaran direksi dan komisaris SRO, serta perwakilan pimpinan pelaku industri pasar modal.

 

Kinerja Pasar Modal 2025 Menguat Signifikan

 

Dalam konferensi pers, Deputi Komisioner Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek OJK, Eddy Manindo Harahap, memaparkan kinerja pasar modal hingga 19 Desember 2025.

 

IHSG tercatat tumbuh 22,10 persen secara year to date (ytd) dan ditutup di level 8.644,26. Kapitalisasi pasar menembus Rp15.810 triliun atau meningkat 28,16 persen ytd, melampaui target Roadmap Pasar Modal dan RPJMN, dengan rasio kapitalisasi pasar terhadap PDB 2024 mencapai 71,41 persen.

 

Di pasar obligasi, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) menguat 12,10 persen ytd ke level 440,19. Sementara industri pengelolaan investasi mencatat dana kelolaan sebesar Rp1.039 triliun atau tumbuh 24,16 persen ytd.

 

Penghimpunan dana pasar modal mencapai Rp268,14 triliun dari 210 penawaran umum, termasuk 18 emiten saham baru dan dua emiten EBUS, melampaui target Rp220 triliun. Adapun penghimpunan dana melalui Securities Crowdfunding (SCF) tercatat sebesar Rp1,808 triliun secara akumulatif dari 968 penerbit.

 

Pada perdagangan karbon, volume transaksi akumulatif sejak 26 September 2023 hingga 29 Desember 2025 mencapai 1,6 juta ton CO₂ ekuivalen dengan nilai Rp80,75 miliar, melibatkan 150 perusahaan, serta ketersediaan unit karbon sebesar 2,67 juta ton CO₂ ekuivalen.

 

Lonjakan Investor dan Penguatan Integritas Pasar

 

Pertumbuhan investor ritel juga mencatat rekor baru. Jumlah Single Investor Identification (SID) bertambah 5,34 juta investor baru, sehingga total mencapai 20,2 juta SID, dengan 79 persen di antaranya berasal dari generasi di bawah 40 tahun.

 

Dalam menjaga integritas pasar, sepanjang 2025 OJK telah melakukan 219 pemeriksaan teknis dan 155 pemeriksaan khusus atas dugaan pelanggaran, dengan 116 kasus terkait transaksi saham. OJK menjatuhkan 120 sanksi administratif kasus pelanggaran, 1.180 sanksi keterlambatan laporan, serta 65 sanksi non-kasus lainnya, dengan total denda administratif mencapai Rp123,3 miliar.

 

Regulasi dan Agenda Strategis 2026

 

Sepanjang 2025, OJK menerbitkan 10 POJK serta enam SEOJK/PADK, termasuk regulasi penting terkait derivatif keuangan berbasis efek, dematerialisasi efek ekuitas, dan pemeringkatan reksa dana serta manajer investasi.

 

Memasuki tahun 2026, OJK menetapkan empat agenda strategis utama, yakni pendalaman pasar, peningkatan integritas pasar, penguatan kelembagaan perusahaan efek dan manajer investasi, serta pengembangan keuangan berkelanjutan.

 

OJK bersama SRO mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah, industri, dan masyarakat guna mendukung program strategis nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan.

 

Editor : Redaksi KJN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA