Viral Kasus Perundungan di Sekolah Kota Jambi, DPRD Minta Dinas Pendidikan Perketat Pengawasan

waktu baca 2 menit
Jumat, 24 Apr 2026 16:26 22 Admin

Jambi, (KJ-News.com) – Kasus dugaan perundungan (bullying) yang terjadi di salah satu sekolah di Kota Jambi dan viral di media sosial mendapat perhatian serius dari DPRD Kota Jambi. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Jambi, Fahrul Ilmi, mendesak Dinas Pendidikan serta pihak sekolah melakukan evaluasi menyeluruh guna mencegah kejadian serupa terulang.

Pernyataan tersebut disampaikan Fahrul Ilmi menyusul beredarnya video dugaan perundungan yang memicu reaksi luas masyarakat. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi alarm bagi dunia pendidikan bahwa sistem pengawasan di lingkungan sekolah perlu diperkuat.

“Kami sangat prihatin dan menyayangkan kejadian ini. Sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi peserta didik untuk belajar dan berkembang. Jika perundungan bisa terjadi di lingkungan sekolah, maka perlu ada evaluasi terhadap sistem pengawasan yang berjalan,” ujar Fahrul, Jumat (24/4/2026).

Fahrul menilai, berdasarkan informasi dan video yang beredar, terdapat indikasi lemahnya pengawasan sehingga tindakan yang diduga mengarah pada perundungan dapat terjadi tanpa pencegahan yang maksimal. Karena itu, ia meminta pihak sekolah segera melakukan investigasi internal dan memberikan pendampingan kepada korban.

Selain itu, Komisi IV DPRD Kota Jambi juga meminta Dinas Pendidikan Kota Jambi meningkatkan pembinaan terhadap seluruh satuan pendidikan, termasuk memperkuat pendidikan karakter, pengawasan aktivitas siswa, serta mekanisme pelaporan apabila terjadi tindakan kekerasan atau intimidasi di lingkungan sekolah.

“Kami meminta Dinas Pendidikan dan pengawas sekolah lebih aktif melakukan monitoring. Jangan sampai ada pembiaran yang membuat praktik perundungan terus berulang dan berdampak pada kondisi psikologis anak,” tegasnya.

Menurut Fahrul, pencegahan perundungan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga memerlukan keterlibatan orang tua, guru, dan masyarakat. Komunikasi yang baik antara pihak sekolah dan wali murid dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam mendeteksi potensi konflik sejak dini.

Ia menambahkan, momentum ini harus dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi untuk membangun lingkungan pendidikan yang lebih sehat, aman, dan inklusif. Sekolah diharapkan mampu menciptakan budaya saling menghormati serta menanamkan nilai-nilai empati kepada peserta didik.

Sebelumnya, video dugaan perundungan yang terjadi di salah satu sekolah di Kota Jambi beredar luas di media sosial dan menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Banyak pihak meminta agar kasus tersebut ditangani secara serius serta menjadi perhatian bersama demi melindungi hak dan keselamatan anak di lingkungan pendidikan.

DPRD Kota Jambi berharap pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk mengusut kejadian tersebut sekaligus memperkuat sistem pengawasan di sekolah. Upaya ini dinilai penting agar seluruh peserta didik dapat memperoleh lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan. (*)

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA