Rivera Park Tebo Terancam Tambang Emas Ilegal, Pengelola Desak Penindakan Tegas

waktu baca 2 menit
Selasa, 14 Apr 2026 06:56 26 Admin

Merangin, Jambi (KJ-News.com) – Destinasi wisata unggulan Rivera Park di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, terancam mengalami kerusakan serius akibat maraknya aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di sekitar kawasan tersebut. Kondisi ini memicu kekhawatiran pengelola dan masyarakat terhadap kelestarian lingkungan serta keberlanjutan sektor pariwisata daerah.

Pengelola Rivera Park, Anshari, mengatakan aktivitas tambang ilegal jenis dompeng kini kembali beroperasi di sekitar lokasi wisata, meskipun sebelumnya sempat ditertibkan oleh aparat kepolisian. “Saat ini, di sekeliling kawasan wisata kami kembali marak aktivitas PETI yang berpotensi merusak lingkungan Rivera Park,” ujarnya di Jambi, Senin.

Ia menjelaskan, pada pertengahan Februari 2026, jajaran Polsek Rimbo Bujang telah melakukan operasi penertiban terhadap aktivitas tambang ilegal di kawasan tersebut. Namun, aktivitas serupa dilaporkan kembali muncul sejak Minggu (5/4), bertepatan dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan.

Kondisi ini berdampak langsung terhadap kenyamanan pengunjung. Selain kebisingan mesin dompeng, kerusakan lingkungan di sekitar aliran sungai juga mulai terlihat dan mengganggu estetika kawasan wisata. “Kami menerima banyak keluhan dari pengunjung yang merasa terganggu dengan suara mesin dan kondisi lingkungan yang mulai rusak,” kata Anshari.

Ia menegaskan pihaknya meminta aparat penegak hukum untuk mengambil langkah tegas dan berkelanjutan terhadap pelaku PETI. “Kami berharap ada tindakan nyata yang memberikan efek jera, khususnya kepada pemilik alat dan pihak yang terlibat dalam aktivitas ilegal ini,” tegasnya.

Rivera Park sendiri dikenal sebagai destinasi ekowisata yang mengusung konsep pelestarian lingkungan berbasis ekonomi kreatif sejak berdiri pada 2019. Kawasan ini bahkan berhasil meraih penghargaan nasional pada ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) 2021 sebagai destinasi baru terbaik.

Menurut Anshari, maraknya aktivitas tambang ilegal menjadi ujian serius bagi komitmen pembangunan berkelanjutan di daerah. Ia berharap pemerintah daerah bersama aparat terkait dapat bersinergi menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mempertahankan potensi wisata yang telah dibangun.

“Rivera Park bukan hanya tempat wisata, tetapi juga simbol keberhasilan kolaborasi masyarakat dalam menjaga lingkungan. Jika ini rusak, maka dampaknya akan luas, baik secara ekonomi maupun ekologi,” pungkasnya.

 

 

 

Reporter: Ridho Saputra

Editor: M. Akbar

Media: https://klikjambinew.com/

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA