Kilang Pertamina Pangkas Emisi 450 Ribu Ton CO₂ Sepanjang 2025, Dorong Target Net Zero Emission 2060

waktu baca 3 menit
Rabu, 28 Jan 2026 12:55 107 Admin

Jakarta, (KJ-News.com) – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) mencatatkan capaian signifikan dalam upaya transisi energi nasional dengan berhasil menurunkan emisi karbon lebih dari 450 ribu ton CO₂ ekuivalen sepanjang 2025. Pencapaian ini menegaskan komitmen KPI dalam mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060 atau lebih cepat.

Keberhasilan tersebut diraih melalui penerapan berbagai program dekarbonisasi, efisiensi energi, serta inovasi teknologi rendah karbon di seluruh unit kilang Pertamina.

Pjs Corporate Secretary KPI, Milla Suciyani, mengatakan bahwa komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan bukan sekadar program jangka pendek, melainkan telah menjadi bagian dari strategi bisnis jangka panjang perusahaan.

“Pada 2025, KPI berhasil menurunkan emisi lebih dari 450 ribu ton CO₂eq, melampaui target kumulatif sebesar 370 ribu ton CO₂eq. Dekarbonisasi merupakan strategi jangka panjang yang terus kami jalankan secara konsisten,” ujar Milla dalam keterangan tertulis, Rabu (28/1/2026).

Teknologi Rendah Karbon Jadi Kunci

Dalam operasional kilang, KPI mengimplementasikan sejumlah teknologi rendah karbon, di antaranya Flare Gas Recovery System (FGRS) yang memungkinkan gas buang diolah kembali menjadi bahan bakar, serta Carbon Capture and Utilization (CCU) yang telah diterapkan dalam proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.

Menurut Milla, teknologi tersebut berperan penting dalam menekan emisi CO₂ dari aktivitas kilang, sekaligus mengubah limbah gas menjadi sumber energi yang dapat dimanfaatkan kembali.

“Strategi pengurangan emisi ini sejalan dengan program pemerintah dalam mencapai NZE 2060 serta memperkuat kinerja Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan,” tegasnya.

PLTS Terpasang di Lima Kilang

Selain inovasi teknologi, KPI juga memanfaatkan energi terbarukan melalui pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk menunjang kebutuhan listrik fasilitas pendukung kilang, seperti gedung perkantoran dan workshop.

Saat ini, PLTS telah beroperasi di lima unit kilang KPI, yakni Kilang Dumai, Plaju, Cilacap, Balongan, dan Balikpapan, dengan total kapasitas mencapai 12,37 MWp.

Program TJSL Perkuat Dampak Sosial

Komitmen keberlanjutan KPI juga diwujudkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan energi bersih.

Salah satu program unggulan KPI adalah Desa Energi Berdikari (DEB), yang menyasar desa-desa di sekitar kilang dengan keterbatasan akses energi dan ekonomi. Program ini dilaksanakan oleh Kilang Dumai, Plaju, Balongan, Cilacap, dan Kasim melalui bantuan PLTS dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMh).

“Program DEB tidak hanya menghadirkan listrik, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru. UMKM tumbuh, pariwisata lokal berkembang, dan kualitas hidup masyarakat meningkat,” ungkap Milla.

Sepanjang 2025, program DEB KPI tercatat telah memberikan manfaat langsung kepada sekitar 2.500 penerima di berbagai wilayah operasional.

Investasi Lingkungan untuk Masa Depan

Menurut Milla, berbagai upaya KPI dalam mendorong energi bersih bukan hanya investasi lingkungan, tetapi juga investasi strategis bagi masa depan Indonesia.

“Keberlanjutan kilang harus berjalan seiring dengan keberlanjutan sosial dan lingkungan. Kami berharap langkah strategis KPI dapat terus mendukung ketahanan energi nasional sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” tutupnya.

 

 

 

Reporter: Ridho Saputra

Editor: M. Akbar

Media: klikjambinew.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA