Kamera Jebak TN Bukit Tigapuluh Rekam Empat Harimau Sumatra, Indikasi Ekosistem Masih Terjaga

waktu baca 2 menit
Jumat, 9 Jan 2026 12:39 100 Admin

 

KJN, Jambi – Kamera jebak yang dipasang di Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) berhasil merekam empat individu harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae), menjadi indikasi kuat bahwa ekosistem di kawasan konservasi tersebut masih terjaga dengan baik.

 

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Balai TNBT Hendra Koswandi mengatakan, hingga saat ini kamera jebak mencatat keberadaan empat individu berbeda, dan proses pemantauan masih terus dilanjutkan.

 

“Untuk sementara yang terekam ada empat individu. Pengambilan data masih berlanjut, artinya populasi harimau sumatra di kawasan ini masih ada,” ujar Hendra di Jambi, Kamis (8/1).

 

Ia menjelaskan, pemantauan dilakukan selama periode September hingga Desember 2025 dengan memasang kamera jebak di wilayah Suo-Suo. Sebanyak 40 kamera ditempatkan di 20 petak lokasi, dengan masing-masing petak memiliki cakupan pantau sekitar 2×2 kilometer persegi atau setara 400 hektare, yang disebar di titik-titik strategis.

 

Selain harimau sumatra, kamera jebak tersebut juga merekam aktivitas 32 jenis satwa liar, termasuk 13 spesies satwa dilindungi sesuai ketentuan perundang-undangan.

 

Beberapa satwa dilindungi yang berhasil terekam antara lain tapir (Tapirus indicus), gajah sumatra (Elephas maximus sumatrensis), beruang madu (Helarctos malayanus), rusa, kancil, trenggiling, serta binturong.

 

“Beruang hampir selalu terekam di setiap pengambilan data, begitu juga babi hutan yang kerap terlihat,” katanya.

 

Menurut Hendra, keberadaan satwa kunci tersebut menjadi indikator penting bahwa keseimbangan ekosistem di lanskap TN Bukit Tigapuluh masih terjaga, meskipun tekanan dari aktivitas perambahan hutan dan perburuan liar masih cukup tinggi.

 

Ia mengakui, ancaman terhadap kawasan konservasi tersebut masih terus terjadi, sehingga upaya pengawasan dan pengamanan harus dilakukan secara berkelanjutan.

 

“Tekanan memang masih besar. Untuk mengantisipasi, kami rutin melakukan patroli. Alhamdulillah, saat ini juga ada tambahan personel baru. Kami terus melibatkan masyarakat desa penyangga serta mitra terkait dalam menjaga kawasan taman nasional,” ujarnya.

 

Taman Nasional Bukit Tigapuluh memiliki luas 144.223 hektare dan membentang di dua provinsi, yakni Jambi dan Riau, serta menjadi habitat penting bagi berbagai satwa liar endemik Sumatra.

 

Editor: Redaksi KJN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA