DPRD Kota Jambi Dukung Penutupan TPS Talang Banjar, Efendi: Solusi Nyata Atasi Persoalan Sampah dan Penataan Pasar

waktu baca 3 menit
Kamis, 21 Mei 2026 13:18 19 Admin

Jambi, (KJ-News.com) – Langkah Pemerintah Kota Jambi menutup Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di depan Pasar Talang Banjar, Kecamatan Jambi Timur, mendapat dukungan dari DPRD Kota Jambi. Kebijakan tersebut dinilai sebagai upaya konkret dalam mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi keluhan utama masyarakat sekaligus mendukung penataan kawasan pasar yang lebih tertib dan nyaman.

Penutupan TPS dilakukan langsung oleh Wali Kota Jambi Maulana bersama Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha pada Kamis (21/5/2026). Lokasi yang sebelumnya menjadi titik penumpukan sampah itu akan dialihfungsikan menjadi transfer depo percontohan sebagai bagian dari sistem pengelolaan sampah modern yang terintegrasi.

Dukungan terhadap kebijakan tersebut disampaikan Anggota Komisi I DPRD Kota Jambi, Efendi atau yang akrab disapa Alung. Menurutnya, persoalan sampah di wilayah Jambi Timur telah lama menjadi perhatian masyarakat dan membutuhkan langkah tegas dari pemerintah daerah.

“Program yang dijalankan Pemerintah Kota Jambi ini sangat baik. Kami berharap masyarakat, khususnya di Kecamatan Jambi Timur, dapat mendukung dan mematuhi aturan yang telah ditetapkan. Selama ini banyak laporan yang masuk kepada kami terkait sampah yang berserakan dan mengganggu kenyamanan warga,” ujar Efendi.

Ia menjelaskan, keberadaan transfer depo yang sedang disiapkan di kawasan Talang Banjar diharapkan mampu mengurangi penumpukan sampah liar serta meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah di kawasan padat aktivitas masyarakat. Dengan sistem yang lebih tertata, proses pengangkutan dan pengelolaan sampah dapat berjalan lebih optimal.

“Dengan adanya depo sampah yang representatif, kami berharap persoalan sampah dapat ditangani secara lebih baik. Ini menjadi langkah penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat,” tambahnya.

Selain menyoroti persoalan sampah, Efendi juga menyinggung kondisi Pasar Talang Banjar yang masih dipadati pedagang kaki lima (PKL) di luar area pasar. Menurutnya, penataan kawasan harus dilakukan secara bertahap agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengabaikan ketertiban dan kenyamanan publik.

“Para pedagang tetap harus mengikuti aturan yang berlaku. Setelah infrastruktur pasar diperbaiki dan fasilitas di dalam pasar dibenahi, kami berharap seluruh PKL yang masih berjualan di luar area pasar dapat menempati lokasi yang telah disediakan dan mematuhi ketentuan yang ada,” tegasnya.

Lebih lanjut, Efendi menilai penataan kawasan Talang Banjar tidak hanya berkaitan dengan aspek kebersihan, tetapi juga menyangkut wajah Kota Jambi sebagai ibu kota provinsi. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung program pemerintah demi mewujudkan kota yang lebih tertata, bersih, dan modern.

Dengan penerapan sistem pengelolaan sampah baru serta penataan kawasan pasar yang terus dilakukan, Talang Banjar diharapkan dapat bertransformasi menjadi kawasan yang lebih nyaman, bebas dari tumpukan sampah, serta mampu memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat dan pelaku usaha. (*)

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA