Dominasi E-Commerce Nasional Berlanjut, Pelaku UMKM Jambi Perlu Adaptasi Tren Video Commerce

waktu baca 3 menit
Minggu, 15 Feb 2026 10:28 120 Admin

Jambi, KJ-News.com (15/02/2026) – Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang masih ditopang sektor perdagangan elektronik (e-commerce) membuka peluang sekaligus tantangan bagi pelaku usaha daerah, termasuk di Provinsi Jambi, untuk beradaptasi dengan pola belanja masyarakat yang kian berbasis teknologi dan konten digital.

Laporan industri digital menunjukkan nilai transaksi e-commerce Indonesia sepanjang 2025 diproyeksikan mencapai sekitar US$185 miliar atau setara Rp3.093 triliun, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut didorong perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan aplikasi belanja daring, kecerdasan buatan (AI), serta tren video commerce atau penjualan berbasis siaran langsung.

Platform Shopee tercatat masih menjadi aplikasi ritel paling populer di Indonesia, mengungguli sejumlah pesaing seperti Tokopedia dan Lazada dalam hal unduhan maupun tingkat penggunaan.

Riset e-Conomy SEA 2025 yang disusun oleh Google, Temasek, dan Bain & Company mencatat transaksi video commerce di Indonesia mencapai 2,6 miliar transaksi atau tumbuh sekitar 90 persen secara tahunan. Kategori produk yang paling banyak dipasarkan melalui format ini adalah fesyen, aksesori, serta produk perawatan diri dan kecantikan.

Selain itu, data dari Sensor Tower menunjukkan total unduhan aplikasi ritel di Indonesia menembus 181 juta sepanjang 2025, dengan waktu penggunaan mencapai 8,68 miliar jam. Angka tersebut menegaskan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap ekosistem belanja digital.

Peluang Besar bagi UMKM Daerah

Pengamat ekonomi digital menilai tren nasional ini harus menjadi perhatian pemerintah daerah dan pelaku UMKM di Jambi. Transformasi dari pola penjualan konvensional ke pemasaran digital dinilai menjadi kunci agar produk lokal mampu bersaing di pasar yang semakin terbuka.

Pelaku usaha di Jambi, khususnya sektor kriya, kuliner olahan, dan fesyen berbasis kearifan lokal, dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang melalui fitur siaran langsung (live selling) yang kini menjadi motor baru pertumbuhan transaksi.

“Video commerce memberi ruang promosi yang lebih personal. Produk daerah bisa langsung diperkenalkan dengan cerita budaya dan proses produksi, sehingga nilai tambahnya meningkat,” ujar seorang pelaku UMKM di Kota Jambi.

Tantangan Literasi Digital dan Infrastruktur

Namun demikian, adopsi teknologi tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain keterbatasan literasi digital, kualitas sumber daya manusia, serta optimalisasi jaringan internet di beberapa wilayah kabupaten.

Pemerintah daerah didorong untuk memperkuat pelatihan pemasaran digital, produksi konten, hingga manajemen toko daring agar UMKM tidak hanya menjadi penonton di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Momentum Perluasan Pasar Produk Lokal

Dengan nilai ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan terus meningkat hingga beberapa tahun ke depan, daerah seperti Jambi dinilai perlu memanfaatkan momentum ini untuk memperluas pasar produk lokal ke tingkat nasional bahkan global melalui ekosistem e-commerce.

Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan agar pelaku usaha daerah tetap relevan di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin mengarah pada belanja cepat, interaktif, dan berbasis teknologi.

 

 

 

Reporter: Ridho Saputra

Editor: M. Akbar

Media: klikjambinew.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA