Rahasia Umur Panjang Terungkap, Gen Khusus Ditemukan pada Wanita Usia 117 Tahun

waktu baca 2 menit
Rabu, 31 Des 2025 20:54 136 Admin

 

KJN – Ilmuwan Spanyol mengungkap temuan penting terkait rahasia umur panjang setelah meneliti tubuh Maria Branyas Morera, perempuan asal Catalonia yang meninggal dunia pada 2024 di usia 117 tahun. Penelitian ini membuka perspektif baru tentang penuaan biologis manusia dan potensi hidup sehat hingga usia sangat lanjut.

 

Penelitian dilakukan oleh tim ilmuwan dari Josep Carreras Leukaemia Research Institute, Barcelona, yang memeriksa kondisi medis Branyas secara menyeluruh sebelum wafat. Selama hidupnya, Branyas menyumbangkan berbagai sampel biologis, mulai dari darah, air liur, urine, hingga feses, untuk dianalisis lebih lanjut.

 

Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi biomarker penuaan sehat serta memahami faktor biologis yang memungkinkan seseorang mencapai usia ekstrem dengan kondisi fisik relatif prima.

 

Hasilnya cukup mencengangkan. Meski berusia lebih dari satu abad, Branyas tercatat memiliki kondisi jantung yang baik, tingkat peradangan rendah, serta kadar kolesterol jahat dan trigliserida yang sangat rendah. Sebaliknya, kolesterol baiknya berada pada level tinggi. Usianya bahkan melampaui rata-rata perempuan di Catalonia hingga lebih dari 30 tahun.

 

Tak hanya itu, sistem kekebalan tubuh dan mikrobioma usus Branyas menunjukkan karakteristik biologis yang menyerupai orang berusia jauh lebih muda. Para peneliti juga mencatat gaya hidup Branyas yang aktif secara fisik, sosial, dan mental turut berkontribusi terhadap kualitas hidupnya.

 

Namun, faktor genetika menjadi sorotan utama. Tim peneliti menemukan kondisi unik pada telomer, struktur pelindung di ujung kromosom yang berperan penting dalam penuaan sel. Umumnya, telomer yang sangat pendek dikaitkan dengan risiko kematian lebih tinggi. Akan tetapi, pada kasus Branyas, telomer yang mengalami erosi justru diduga berfungsi sebagai mekanisme perlindungan alami terhadap pertumbuhan sel kanker.

 

“Fenomena umur sangat panjang pada individu berusia lebih dari 100 tahun merupakan paradoks dalam studi penuaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa usia lanjut tidak selalu identik dengan kondisi kesehatan yang buruk,” ungkap tim peneliti yang dipimpin oleh Eloy Santos-Pujol dan Aleix Noguera-Castells, seperti dikutip dari Science Alert.

 

Temuan ini menegaskan bahwa penuaan bukanlah proses tunggal, melainkan hasil interaksi kompleks antara genetika, gaya hidup, dan faktor biologis lainnya. Studi ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi riset lanjutan tentang penuaan sehat dan peningkatan harapan hidup manusia di masa depan.

 

Editor: Redaksi KJN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA