Batang Hari, Jambi (KJ-News.com) – Kecelakaan terjadi di Desa Benteng Rendah, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batang Hari, Jambi, Senin (27/7/2026) pagi. Sebuah mobil travel jurusan Padang–Jambi dilaporkan mengalami kecelakaan hingga terjun ke aliran Sungai Batanghari. Satu penumpang diduga masih terjebak di dalam kendaraan, sementara dua orang lainnya berhasil menyelamatkan diri.
Informasi kecelakaan tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jambi dari BPBD Batang Hari. Merespons laporan itu, Tim SAR Jambi langsung mengerahkan enam personel Search and Rescue Unit (SRU) menuju lokasi untuk melakukan operasi penyelamatan dan pencarian.
Kepala Kantor SAR Jambi Adah Sudarsa mengatakan, berdasarkan laporan awal, kendaraan travel tersebut membawa tiga penumpang. Dua penumpang berhasil selamat, sedangkan satu orang lainnya diduga masih berada di dalam mobil yang tenggelam di aliran sungai.
“Berdasarkan laporan awal yang diterima, kendaraan tersebut mengangkut tiga penumpang. Dua orang berhasil selamat, sementara satu penumpang lainnya diduga kuat masih terjebak di dalam kendaraan yang tenggelam di aliran sungai,” ujar Adah Sudarsa.
Dari informasi sementara petugas di lapangan, kecelakaan tersebut diduga dipicu sopir yang kelelahan dan mengantuk. Kondisi tersebut diduga menyebabkan pengemudi kehilangan kendali saat melintas di kawasan Desa Benteng Rendah hingga kendaraan akhirnya masuk ke Sungai Batanghari. Penyebab pasti kecelakaan masih dalam penanganan dan pendalaman petugas.
Operasi pencarian dan evakuasi dilakukan secara bersama-sama oleh Tim Rescue Kantor SAR Jambi, BPBD Batang Hari, TNI, Polri, serta masyarakat setempat. Petugas mengerahkan sejumlah peralatan untuk mendukung proses penyelamatan, termasuk rubber boat atau LCR, perlengkapan water rescue, peralatan penyelaman, peralatan medis, dan perangkat komunikasi.
Hingga laporan tersebut diterbitkan, identitas para korban masih dalam proses pendataan dan operasi pencarian terhadap penumpang yang diduga masih berada di dalam kendaraan terus dilakukan oleh tim gabungan.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya keselamatan dalam perjalanan, khususnya bagi pengemudi kendaraan angkutan penumpang. Kondisi fisik pengemudi perlu dipastikan tetap prima untuk mencegah risiko kecelakaan akibat kelelahan atau mengantuk. (*)
Tidak ada komentar