Jambi, KJ-News.com (15/02/2026) – Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional memperluas cakupan penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menyasar kelompok rentan seperti anak putus sekolah, balita, ibu hamil, hingga anak dari pernikahan dini. Kebijakan ini dinilai relevan untuk memperkuat perlindungan gizi masyarakat di daerah, termasuk Provinsi Jambi.
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mengatakan pihaknya tengah melakukan pendataan ulang guna memastikan seluruh kelompok yang berhak menerima manfaat dapat terjangkau, terutama mereka yang belum tercatat dalam sistem administrasi nasional.
“Masih ada anak usia 0–18 tahun yang putus sekolah maupun kelompok rentan lain yang belum masuk data. Ini yang sedang kita telusuri agar program benar-benar inklusif,” ujarnya.
Pendataan Hingga Tingkat RT
Pemerintah akan melakukan verifikasi langsung hingga tingkat RT untuk menemukan warga yang belum memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK), termasuk anak-anak dari pernikahan dini atau pernikahan tidak tercatat secara administratif.
Langkah tersebut dilakukan agar bantuan pemenuhan gizi tidak hanya terfokus pada siswa sekolah formal, tetapi juga menjangkau anak-anak di luar sistem pendidikan.
Di Jambi, pendekatan ini dinilai penting mengingat masih terdapat wilayah dengan tantangan akses pendidikan dan pendataan kependudukan, terutama di daerah perdesaan dan kawasan perkebunan.
Pesantren dan Kelompok Nonformal Ikut Disasar
Selain anak putus sekolah, MBG juga menyasar sejumlah pesantren yang belum terdata namun memiliki santri yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi. Pemerintah memastikan seluruh lembaga pendidikan, baik formal maupun nonformal, akan diintegrasikan dalam pendataan.
Program ini dijalankan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertugas menyalurkan makanan bergizi kepada penerima manfaat.
Secara nasional, jumlah SPPG yang telah beroperasi mencapai lebih dari 21 ribu unit, dengan puluhan ribu mitra dalam proses verifikasi. Pemerintah juga melakukan evaluasi terhadap mitra yang tidak aktif guna menjaga efektivitas penyaluran program.
Dampak Positif bagi Pembangunan SDM Daerah
Di Provinsi Jambi, perluasan MBG diharapkan membantu menekan angka stunting, meningkatkan kualitas kesehatan anak, serta mendukung pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini.
Program ini juga dinilai selaras dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat, terutama bagi keluarga berpenghasilan rendah.
Melalui pendataan yang lebih akurat dan distribusi yang tepat sasaran, MBG diharapkan menjadi fondasi penguatan generasi muda yang sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan.
Reporter: Ridho Saputra
Editor: M. Akbar
Media: klikjambinew.com
Tidak ada komentar