Australia Diterjang Cuaca Ekstrem: Kebakaran Hutan dan Banjir Bandang Kepung Warga, 300 Orang Mengungsi

waktu baca 2 menit
Sabtu, 17 Jan 2026 08:24 206 Admin

KJ-News, – Australia tengah menghadapi cuaca ekstrem yang memicu bencana beruntun. Di saat sejumlah wilayah masih berjibaku dengan kebakaran hutan besar, hujan deras justru memicu banjir bandang yang mengancam keselamatan warga di bagian timur negara tersebut. Sedikitnya 300 orang terpaksa mengungsi akibat situasi darurat ini.

Otoritas layanan darurat Australia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada menyusul intensitas hujan yang tinggi dan kondisi cuaca yang sulit diprediksi. Banjir bandang dilaporkan menyeret kendaraan hingga ke laut di wilayah barat daya Melbourne, Victoria.

Mengutip laporan Channel NewsAsia, rekaman foto dan video yang beredar di media lokal memperlihatkan sebuah mobil terguling dan terseret arus berlumpur Sungai Wye. Bahkan, dua kendaraan lainnya terlihat masih terendam sebagian di bawah gelombang laut, hanya beberapa meter dari garis pantai berpasir, pada Jumat (16/1/2026).

Badan meteorologi setempat mencatat curah hujan ekstrem mencapai 186 milimeter dalam 24 jam, menjadi salah satu rekor tertinggi di kawasan tersebut.

“Kami telah menghadapi gelombang panas parah hingga ekstrem, kebakaran hutan yang menghancurkan, dan kini banjir bandang besar di barat daya negara bagian,” ujar Komisaris Manajemen Darurat Victoria, Tim Wiebusch, kepada wartawan.

Ia menegaskan kondisi ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar selalu siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana alam.

Banjir bandang juga memutus akses Great Ocean Road, salah satu jalur wisata utama di Victoria. Sebagian besar pengungsi diketahui merupakan wisatawan yang sedang berlibur dan menginap di kawasan perkemahan karavan.

Dalam peristiwa ini, seorang anak dilaporkan mengalami luka-luka dan harus diterbangkan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Salah seorang warga, Matthew Stanhope, menceritakan detik-detik mencekam saat banjir datang secara tiba-tiba.

“Itu terjadi sangat cepat dan sunyi. Tidak ada peringatan, tiba-tiba saja air langsung naik,” ujarnya kepada surat kabar The Age.

Sebelumnya, pemerintah negara bagian Victoria telah menetapkan status keadaan darurat sejak 10 Januari 2026, menyusul kebakaran hutan yang telah menghancurkan ratusan bangunan, merusak permukiman, serta menewaskan satu orang di wilayah utara Melbourne.

Data layanan darurat menyebutkan, kebakaran tersebut telah menghancurkan sedikitnya 289 rumah, merusak 18 rumah lainnya, dan berdampak pada ratusan bangunan tambahan.

 

 

Editor: Redaksi KJN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA