Dunia Panahan Jambi Berduka, Mantan Atlet Nasional dan Pelatih Legendaris Amir Rullah Tutup Usia

waktu baca 3 menit
Kamis, 16 Jul 2026 21:40 74 Admin

Jambi, (KJ-News.com) – Dunia olahraga Provinsi Jambi kembali diselimuti duka. Mantan atlet nasional sekaligus pelatih panahan legendaris Jambi, Amir Rullah, meninggal dunia pada Kamis (16/7/2026) di usia 59 tahun setelah menjalani perawatan akibat penyakit yang dideritanya. Kepergian sosok yang akrab disapa Cang Amir itu menjadi kehilangan besar bagi keluarga besar panahan dan insan olahraga di Provinsi Jambi.

Almarhum mengembuskan napas terakhir di rumah sakit dengan meninggalkan seorang istri dan seorang anak perempuan. Hingga beberapa waktu sebelum wafat, Amir Rullah masih aktif melatih atlet-atlet muda bersama mantan atlet nasional Yuliana di Lapangan Garuda, Kodim 0415/Jambi. Semangatnya untuk membina generasi penerus tidak surut meski kondisi kesehatannya terus menurun.

Amir Rullah merupakan salah satu figur sentral dalam perjalanan olahraga panahan di Jambi. Lahir di Jakarta, 22 Juni 1967, ia hijrah ke Jambi pada era 1990-an bersama Syafruddin Mawi dan Susilo untuk memperkuat tim panahan Jambi sekaligus mengembangkan pembinaan olahraga tersebut. Setelah pensiun sebagai aparatur sipil negara di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jambi, almarhum tetap mendedikasikan hidupnya sebagai pelatih hingga akhir hayat.

Dari tangan dinginnya lahir sederet atlet panahan yang mengharumkan nama Jambi di tingkat regional maupun nasional, terutama pada era 2000-an. Sejumlah atlet binaannya seperti Yuliana, Megawati, Ridho, Nurniaman, dan banyak atlet lainnya berhasil menorehkan prestasi di berbagai kejuaraan. Dedikasi dan konsistensinya menjadikan Amir Rullah sebagai salah satu pelatih paling berpengaruh dalam sejarah perkembangan panahan di Provinsi Jambi.

Pengurus Pengprov Perpani Jambi, Saga Rosa, didampingi mantan atlet nasional Yuliana, menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian sosok yang dinilai telah meletakkan fondasi kuat bagi pembinaan panahan di Jambi.

“Pak Amir adalah guru bagi kami semua. Beliau sosok yang disiplin, sabar, dan sangat mencintai olahraga panahan. Bahkan di tengah kondisi sakit, beliau masih datang ke lapangan untuk melatih atlet. Jasa beliau sangat besar dalam membesarkan panahan Jambi dan melahirkan banyak atlet berprestasi,” ujar Yuliana.

Ucapan belasungkawa juga disampaikan Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, AKBP Mat Sanusi. Menurutnya, kepergian Amir Rullah merupakan kehilangan besar bagi dunia olahraga Jambi karena almarhum dikenal sebagai pembina yang tulus dan memiliki dedikasi tinggi terhadap pembinaan atlet.

“Kami kehilangan sosok pelatih yang ikhlas dan penuh dedikasi. Semangat beliau dalam membina atlet muda harus menjadi inspirasi bagi seluruh insan olahraga. Ini bukan hanya duka bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh masyarakat olahraga Jambi,” kata Mat Sanusi.

Selama puluhan tahun mengabdikan diri di dunia olahraga, Amir Rullah tidak hanya dikenal sebagai mantan atlet nasional, tetapi juga sebagai pendidik yang berhasil membentuk karakter, disiplin, dan mental juara bagi anak didiknya. Warisan prestasi dan pengabdiannya menjadi fondasi penting bagi kemajuan olahraga panahan di Provinsi Jambi.

Kepergian Amir Rullah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, Pengprov Perpani Jambi, KONI Provinsi Jambi, para atlet, serta masyarakat olahraga. Namun semangat, dedikasi, dan pengabdiannya diyakini akan terus hidup melalui prestasi para atlet yang pernah dibinanya. Selamat jalan, Cang Amir. Jasa dan pengabdianmu akan selalu dikenang dalam sejarah olahraga panahan Jambi. (*)

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA